Mendengar Suara Mereka yang Tereksklusi di Republik

20160831_120418

Peduli Day! Itu poster yang dikirim Kemitraan lewat media sosial sebagai publikasi sekaligus undangan terbuka. Kegiatan sehari digelar di Rumah Film Usmar Ismail, di Kawasan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (31/8). Ada pameran foto, gerai produk, diskusi, dan pentas seni. Peduli Day melibatkan banyak lembaga yang fokus pada pendampingan dan pemberdayaan kelompok-kelompok yang tereksklusi di republik ini.

Dalam acara itu para pelaku perubahan sosial di kawasan yang terpencil berbagi cerita. Mereka bercerita tentang kegagalan pemerintah untuk memberikan pelayanan dasar pada mereka, seperti identitas hukum, pengakuan atas agama yang mereka anut, dan pelayanan sosial dasar lainnya (pendidikan, kesehatan, pangan, dan lainnya). Miris, saat warga di daerah lain menuntut pencanggihan layanan, mereka justru belum pernah mendapatkan layanan apapun dari negeri yang mereka cintai.

Peduli Day menunjukkan beragam paradok dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia. Pada acara ini terungkap sejumlah kebijakan daerah yang bertentangan dengan konstitusi sehingga melahirkan praktik diskriminatif secara legal.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *